08.00 - 21.00 WIB
08128-752-7777
08128-752-7777
08128-752-7777
Jumlah = pcs
Keranjang

TEMUAN YLKI “KADAR KLORIN DALAM PEMBALUT SEKALI PAKAI”

Thursday, July 9th 2015.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menemukan kandungan klorin pada 9 merek pembalut dan 7 merek pantyliner yang dijual di Indonesia. Bahan tersebut bisa memicu iritasi dan bahkan kanker.
“Dari 9 merek pembalut dan 7 merek pantyliner, semua mengandung klorin dengan rentang 5-55 ppm (part per million),” kata Ilyani S Adang, Anggota Pengurus Harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), ditemui di kantornya, di Duren Tiga Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2015).
Pada kategori pembalut, kandungan klorin terbanyak ditemukan pada merek CHARM buatan PT Uni-Charm Indonesia dengan kadar 54,73 ppm. Sedangkan pada kategori pantyliner, kadar tertinggi ditemukan pada merek V Class buatan PT Softex Indonesia yakni 14,68 ppm.
Pada penelitian tersebut, pengambilan sampel dilakukan di sejumlah toko retail dan minimarket. Periode pengambilan sampel adalah Desember 2014 hingga Januari 2015, sedangkan pengujian dilakukan di laboratorium independen yang terakreditasi.

Setiap bulan diperkirakan 1,4 miliar pembalut digunakan oleh para perempuan di seluruh Indonesia. Sayangnya, semua merek yang beredar mengandung bahan kimia berbahaya yakni klorin.
“Dari 9 merek pembalut dan 7 merek pantyliner, semua mengandung klorin dengan rentang 5-55 ppm (part per million),” kata Ilyani S Adang, Anggota Pengurus Harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), ditemui di kantornya, di Duren Tiga Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2015).
Kandungan ini, dalam jangka pendek bisa memicu iritasi pada kulit di sekitar kemaluan. Sedangkan dalam jangka panjang, akumulasi dampaknya bisa memicu kanker rahim dan gangguan fertilitas atau kesuburan.
Dalam proses produksi pembalut dan pantyliner, klorin digunakan sebagai pemutih. Sayangnya, SNI (Standar Nasional Indonesia) memang tidak mengatur bahwa produk-produk tersebut harus bebas klorin.
“Kita mendorong SNI agar memasukkan klorin sebagai salah satu persyaratan,” kata Tulis Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI.
Selain mengandung klorin dengan berbagai kadarnya, beberapa produk pembalut dan pantyliner juga tidak mencantumkan tanggal kedaluarsa. Beberapa juga menggunakan kode registrasi dari Dinas Kesehatan, yang merupakan kode lama yang sudah tidak digunakan.
“Ini juga bisa dipertanyakan apakah izinnya masih berlaku,” tambah Arum Dinta, peneliti YLKI yang melakukan riset tentang pembalut dan pantyliner sejak Desember 2014.

Berikut ini temuan YLKI pada 9 merek pembalut dan 7 merek pantyliner yang dijual di Indonesia (sumber : health.detik.com)

Pembalut:
1. CHARM, PT Uni Charm Indonesia, klorin 54,73 ppm
2. Nina Anion, PT Panca Talentamas, klorin 39,2 ppm
3. My Lady, PT Sehat Anugerah Perhasa, klorin 24,44 ppm
4. VClass Ultra, PT Softex Indonesia, klorin 17,74 ppm
5. Kotex, PT Kimberly Clark Indonesia, klorin 8,23 ppm
6. Hers Protex, PT Multi Duta Utari, klorin 7,93 ppm
7. LAURIER, PT KAO Indonesia, klorin 7,77 ppm
8. Softex, PT Softex Indonesia, klorin 7,3 ppm
9. Sotness Standard Jumbo Pack, klorin 6,05 ppm

Pantyliner:
1. V Class, PT Softex Indonesia, klorin 14,68 ppm
2. Pure Style, PT Uni Charm Indonesia, klorin 10,22 ppm
3. My Lady, PT Sehat Anugerah Perkasa, klorin 9,76 ppm
4. KOTEX Fresh Liners, PT Kimberly Clark Indonesia, klorin 9,66 ppm
5. Softness Panty Shields, PT Softness Indonesia Indah, klorin 9,00 ppm
6. CareFree superdry, Johnson & Johnson Indonesia, klorin 7,58 ppm
7. LAURIER Active Fit, PT KAO Indonesia, klorin 5,87 ppm

menspad dioxin

best
Rp 18.000
best
Rp 36.000
best
Rp 29.000
new
Rp 150.000